
Beberapa faktor berkontribusi terhadap timbulnya penyakit Alzheimer. Kondisi ini dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sel otak, atau keduanya. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit. Faktor gaya hidup tertentu dikaitkan dengan peningkatan risiko, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Protein Tau, penyebab lain penyakit ini, ditemukan di otak dan berperan dalam transportasi internal dan sistem pendukung. Saat rusak, mereka mengganggu fungsi sistem ini dan menumpuk di otak, menyebabkan perkembangan plak dan kusut.
Banyak orang yang menderita penyakit Alzheimer juga memiliki kondisi lain yang meningkatkan risikonya. Selain genetika, faktor lingkungan dan gaya hidup juga berperan. Misalnya, sindrom Down dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer seiring bertambahnya usia pasien. Meski kondisinya diwariskan, faktor lingkungan dan gaya hidup juga bisa berperan. Akibatnya, genetika tidak dapat mencegah timbulnya penyakit, jadi mengidentifikasinya sejak dini sangatlah penting.
Tidak ada satu pun penyebab penyakit Alzheimer. Kombinasi faktor lingkungan, perubahan genetik, dan pilihan gaya hidup dapat menyebabkan perkembangan penyakit. Penyakit ini biasanya memanifestasikan dirinya pada usia paruh baya dan dimulai di daerah ingatan. Ini menyebar ke seluruh otak, menyusut seiring perkembangan penyakit. Dan tidak ada yang benar-benar tahu persis apa penyebabnya. Tetapi kita tahu bahwa penderita Alzheimer harus mencari bantuan pada tanda gejala paling awal, karena pengasuh tidak dapat mengabaikan tanda peringatan penyakit tersebut.
Penyebab penyakit Alzheimer tidak diketahui. Tidak ada satu faktor yang menyebabkan penyakit, tetapi banyak faktor yang dapat menyebabkannya. Jika seseorang terserang suatu penyakit, maka faktor utamanya adalah faktor genetik dan faktor lingkungan. Jika Anda menduga bahwa Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki kondisi tersebut, dokter Anda mungkin akan menguji Anda untuk memastikannya. Bergantung pada gejalanya, pemeriksaan medis lengkap mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Sulit untuk menentukan apakah suatu penyakit itu genetik, tetapi gejala penyakitnya seringkali bersifat genetik. Tanda-tanda fisik yang paling umum adalah delirium dan kebingungan di malam hari. Seseorang mungkin memiliki riwayat keluarga Alzheimer atau kelainan genetik yang menyebabkan penyakit tersebut. Namun, faktor lingkungan juga dapat berperan. Jika Anda memiliki orang tua dengan kondisi tersebut, Anda mungkin memiliki anggota keluarga dengan kondisi tersebut.

Sel-sel otak seperti pabrik kecil. Mereka mendapatkan persediaan, membangun peralatan, dan memproses informasi. Mereka juga saling berkomunikasi. Fungsi-fungsi ini penting untuk tubuh dan otak. Dibutuhkan banyak bahan bakar dan oksigen untuk bertahan hidup. "Donat" yang berada di atas batang otak adalah sistem limbik. Hippocampus adalah bagian otak yang menentukan perlu tidaknya menyimpan memori. Jika hippocampus dihancurkan, orang tersebut tidak akan dapat membuat ingatan baru.
Saat ini tidak ada obat untuk penyakit Alzheimer. Namun, ada beberapa pilihan pengobatan. Terjadinya penyakit ini seringkali merupakan akibat dari fungsi sel-sel otak yang tidak tepat. Obat untuk gangguan ini dapat membantu mengelola gejala dan bahkan mencegah timbulnya penyakit. Ketika gejala muncul, Anda dapat minum obat untuk mengurangi risiko Anda. Anda juga dapat mempertimbangkan pengobatan alternatif di Handaldok Artikel. Beberapa obat ditujukan untuk mengobati masalah yang mendasarinya.
Neurotransmitter dan racun dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Zat-zat ini dapat menyebabkan gejala. Gejala penyakit ini termasuk kebingungan dan agitasi di malam hari. Beberapa orang juga mengalami delirium, perubahan suasana hati dan mengembara. Gejala lain mungkin termasuk kehilangan nafsu makan, kurang konsentrasi, dan kehilangan nafsu makan. Penyakit ini juga bisa merupakan gejala dari penyakit lain, termasuk gangguan autoimun. Berbagai obat dapat mempersulit pasien untuk mempertahankan kebiasaan normal.
Beberapa faktor dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Meskipun banyak orang terlahir dengan sindrom Down, mereka mungkin tidak mengalami penyakit ini sampai mereka berusia 60 tahun. Perubahan faktor lingkungan dan gaya hidup juga dapat berperan. Tidak ada penyebab tunggal penyakit Alzheimer, namun beberapa perubahan lingkungan dan gaya hidup berhubungan dengan penyakit ini. Risiko penyakit Alzheimer lebih tinggi pada orang dengan sindrom Down, jadi penting untuk menemukan pengobatan untuk gejala kondisi ini sesegera mungkin.